Senin, 16 Desember 2013

Catatan Leluhur



Serangkaian lontar bertuliskan kisah tentang negeri di lembah Cimanuk yang sekarang bernama Indramayu :

Awit wiwijing locana
Bermara angling ing tawang
Kang pedet lembu nusoni
Jong layar sumekang lukir
Kuda ngerap pandengan ning
Candra ning sangkala taun
Amangun nagara nira
Nulya Wiralodra kaki
Hajejuluk Prabu Indrawijaya.

Dari rangkaian kata kuno itu para ahli menyimpulkan bahwa Wiralodra yang bergelar Prabu Indrawijaya berkuasa di Lembah Cimanuk pada tahun 1432 Saka atau 1510 Masehi.

Catatan lain yang dibuat penjelajah Portugis bernama Tome Pires yang mengunjungi Cimanuk pada tahun 1513 menjelaskan bahwa pada saat itu Kerajaan Pajajaran melarang pedagang Islam memasuki Banten dan Pelabuhan Cimanuk mulai ramai. 

Dua keterangan di atas jelas menunjukkan suatu hal yang saling mendukung, pada tahun 1510 M di Lembah Cimanuk telah ada pemerintahan, Wiralodra bergelar Prabu Indrawijaya yang muslim memegang pemerintahan saat itu.  Selain itu pelabuhan Cimanuk mulai ramai dikunjungi pedagang Islam yang kebetulan saat itu dilarang penguasa Padjadjaran untuk berlabuh di Pelabuhan Banten.

Kedua catatan leluhur ini berbeda dengan ketetapan yang diakui selama ini, bahwa Indramayu lahir pada tanggal 7 Oktober 1527.  Hari sacral ketika untuk pertama kalinya Raden Aria Wiralodra putera Bagelen datang ke Lembah Cimanuk.  Karena tujuh belas tahun sebelum tanggal tersebut Wiralodra telah memegang tampuk pimpinan di Lembah Cimanuk dengan gelar Raden Indrajaya.

Tiga pertanyaan baru muncul : 
  1. Apakah kelahiran Indramayu yang ditetapkan adalah mengacu kepada hari pertama Wiralodra datang ke Lembah Cimanuk? 
  2. Apakah Lembah Cimanuk baru dibuka setelah Raden Aria Wiralodra datang ataukah memang sudah banyak penghuni ketika beliau mulai membabad? 
  3. Apakah Raden Indrajaya yang berkuasa pada tahun 1510 M di Lembah Cimanuk adalah Raden Aria Wiralodra putera Bagelen?   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar