Serangkaian lontar bertuliskan kisah
tentang negeri di lembah Cimanuk yang sekarang bernama Indramayu :
Awit
wiwijing locana
Bermara
angling ing tawang
Kang
pedet lembu nusoni
Jong
layar sumekang lukir
Kuda
ngerap pandengan ning
Candra
ning sangkala taun
Amangun
nagara nira
Nulya
Wiralodra kaki
Hajejuluk
Prabu Indrawijaya.
Dari rangkaian kata kuno itu para ahli
menyimpulkan bahwa Wiralodra yang bergelar Prabu Indrawijaya berkuasa di Lembah Cimanuk pada
tahun 1432 Saka atau 1510 Masehi.
Catatan lain yang dibuat penjelajah
Portugis bernama Tome Pires yang mengunjungi Cimanuk pada tahun 1513
menjelaskan bahwa pada saat itu Kerajaan Pajajaran melarang pedagang Islam
memasuki Banten dan Pelabuhan Cimanuk mulai ramai.
Dua keterangan di atas jelas menunjukkan
suatu hal yang saling mendukung, pada tahun 1510 M di Lembah Cimanuk telah ada
pemerintahan, Wiralodra bergelar Prabu Indrawijaya yang muslim memegang
pemerintahan saat itu. Selain itu pelabuhan
Cimanuk mulai ramai dikunjungi pedagang Islam yang kebetulan saat itu dilarang penguasa
Padjadjaran untuk berlabuh di Pelabuhan Banten.
Kedua catatan leluhur ini berbeda dengan
ketetapan yang diakui selama ini, bahwa Indramayu lahir pada tanggal 7 Oktober
1527. Hari sacral ketika untuk pertama kalinya
Raden Aria Wiralodra putera Bagelen datang ke Lembah Cimanuk. Karena tujuh belas tahun sebelum tanggal
tersebut Wiralodra telah memegang tampuk pimpinan di Lembah Cimanuk dengan
gelar Raden Indrajaya.
Tiga pertanyaan baru muncul :
- Apakah kelahiran Indramayu yang ditetapkan adalah mengacu kepada hari pertama Wiralodra datang ke Lembah Cimanuk?
- Apakah Lembah Cimanuk baru dibuka setelah Raden Aria Wiralodra datang ataukah memang sudah banyak penghuni ketika beliau mulai membabad?
- Apakah Raden Indrajaya yang berkuasa pada tahun 1510 M di Lembah Cimanuk adalah Raden Aria Wiralodra putera Bagelen?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar